Harry potter and the cursed child: parts one and two by john tiffany

      10

“Bekas luka (berbentuk sambaran kilat di dahi) itu tidak pernah membuat Harry sakit lagi selama sembilan belas tahun. Segalanya baik-baik saja.”

Begitulah saat J.K. Rowling menutup kisah Harry Potter di buku ketujuh. Majalah Entertainment Weekly edimê mệt 3 Agustus 2007 menulis, Rowling menutup kisah Harry Potter dengan elegan. Ia tak menutup cerita dengan kematian tokoh utamanya.

Bạn đang xem: Harry potter and the cursed child: parts one and two by john tiffany

Cara ini persis penutup sebuah dongeng, “Dan mereka hidup bahagia selamanya.”

Masalahnya, ketika kita begitu mencintai sebuah dongeng atau cerita, akhir yang membahagiakan saja tak cukup. Ibarat menanti kabar saudara yang tinggal jauh di seberang pulau, kita ingin mendengar cerita terbaru mereka, tokoh-tokoh rekaan yang kita sayang. Tak terkecuali Harry Potter, Hermione, dan Ron rekaan J.K. Rowling.

*
Pementasan teater Harry Potter và the Cursed Child di Palace Theatre, West End, London, Inggris. (Source: NY Times)

Itu sebabnya sebuah film sukses dibuat sekuelnya sampai penonton bosan dan tak peduli lagi. Maka, ketika cerita Harry Potter berlanjut dalam bentuk pertunjukan teater berjudul Harry Potter and the Cursed Child pada pertengahan 2016 silam di London, Inggris, sesở hữu orang bertanya: bagaimana kabar Harry dkk setelah kita terakhir bertemu mereka di epilog buku ketujuh yang terbit pertama kali sebelas tahun lalu?

Dari pemberitaan media kala itu kita tahu sedikit banyak kisahnya seputar petualangan anak kedua Harry, Albus. Kamu mungkin juga masih ingat pemberitaan kala itu ramai oleh karakter Hermione dewasa yang dimainkan aktris kelahiran Afrika Selatan, Noma Dumezweni.

*
Noma Dumezweni, pemeran Hermioni di teater Harry Potter và the Cursed Child yang sempat memicu kontroverham. (Source: Twitter)

Di luar itu, kita di Indonesia hanya bisa gigit jari karena pertunjukan teaternya tak kunjung mampir ke sini. Hingga saat ini, verđắm say teater Harry Potter & the Cursed Child baru dipentaskan di Inggris dan AS, serta akan mentas di Australia dan Jerman.

Nah, untuk mengobati rasa penasaran kita, naskah teaternya telah diterbitkan dalam bentuk buku. Versi mê terjemahan bahasa Indonesia-nya pun telah dirilis oleh Gratruyền thông media Pustaka Utama. (Bukunya tersedia di sini)

Cerita Buku Kedelapan

Yang ingin diketahui pertama kali tentu saja kabar mengenai karakter-karakter favorit kita. Harry Potter setelah menikah dengan Ginny Weasley, adik Ron, punya tiga anak yaitu James, Albus dan Lily.

Harry bekerja di Kementerian Sihir sebatua Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir. Hermione jadi Menteri Sihir dan bersuamikan Ron yang kini mengelola toko lelunhỏ. Mereka punya anak bernama Rose. Musuh bebuyuchảy Harry di sekolah sihir Hogwarts, Draco Malfoy punya anak bernama Scorpius.

Yang ingin diketahui berikutnya adalah ceritanya. Naskah drama ini melanjutkan cerita di buku ketujuh. Fokus utamanya adalah Albus dan Scorpius. Jeniusnya naskahnya, ia memberi kita petualangan baru sekaligus menyuguhkan sesuatu yang terasa akrab bagi penggemar Harry Potter.

*
Pemeran Harry Potter dewasa, Albus, dan Ginny Weasley di teater Harry Potter & the Cursed Child. (Source: NY Times)

*SPOILER ALERT! Bagi yang tak ingin tahu iđê mê buku Harry Potter and the Cursed Child boleh melompat lima paragraf berikut.

Ceritanya menawarkan pertanyaan-pertanyaan menggelitik: bagaimana rasanya jadi anak Harry Potter yang terkenal seantero jagat sihir? Bagaimamãng cầu bila anak Harry Potter masuk asrama Slytherin dan bukan Gryffindor?

Bagaimamãng cầu bila anak Harry Potter bersahabat dengan anak Draco Malfoy? Bagaimana bila Harry Potter merasakan bekas luka di dahinya sakit lagi? Apakah itu pertandomain authority Voldemort alias Pangeran Kegelapan atau pengikutnya bangkit lagi?

Tidak hanya itu, ceritanya juga menawarkan sebuah jagat yang lain (alternative sầu universe) yakni, bagaimana bila Cedric Diggory tak tewas dalam Turnamen Triwizard?

Bagaimana bila Harry Potter tewas dalam Pertempuran Hogwarts dan Voldemort yang berkuasa? Apa yang terjadi bila Voldemort tak membunuh orangtua Harry Potter? Atau pertanyaan yang lebih out of the box, bagaimamãng cầu bila Voldemort ternyata punya keturunan?

Wah, ini melahirkan pertanyaan lanjurã, siapage authority yang hamil anak Voldemort? Dan kira-kira, seperti apa sosok anaknya?

*Bocoran cerita berakhir di sini.

Sethiết lập pertanyaan-pertanyaan itu terjawab di cerita Harry Potter and the Cursed Child. Penggemar Harry Potter terpecah dua menanggapi cerita kedelapan ini. Yang tak setuju cerita Harry Potter berlanjut setelah buku ketujuh menganggap The Cursed Child tak ubahnya người fiction alias cerita bikinan fans, bukan bagian dari cerita kanon.

Meski tak ditulis Rowling seorang, tapi dikerjakan bersama penulis drama Jachồng Thorne dan sutradara John Tiffany, faktanya cerita ini diamini Rowling. Jadi perdebachảy kanon dan bukan kanon tak relevan lagi. Inilah cerita lanjutan Harry Potter setelah buku ketujuh. Titik.

Xem thêm: Diễn Viên Quỳnh Thư

Sama Asyikkah dengan Novelnya?

Yang menarik dibincangkan sebetulnya adalah format bukunya. Buku kesatu hingga ketujuh adalah novel, yang kedelapan adalah naskah drama. Novel ditulis untuk menghidupkan imajinamê man di benak pembaca. Di lain pihak, yang niatung utama naskah drama, tentu saja, sebatua panduan dialog para pemeran di sebuah pementasan teater.

*
(Source: NY Times)

Yang membuat kisah Harry Potter bakal dikenang sepanjang masa salah satunya adalah begitu meyakinkannya Rowling menuliskan keberadaan dunia sihir yang hidup bersisian dengan dunia non-sihir. Deskripmê man sekolah Hogwarts, ngân hàng sihir Gringotts hingga Diagon Alley digambarkannya amat baik.

Ia juga mencipta karakter-karakter yang terus hidup di benak pembacanya. Tidak hanya Harry, Ron, dan Hermione tapi juga Severus Snape yang punya masa lalu tragis dengan orangtua Harry, Dumbledore yang bijak, Hagrid yang lugu hingga Neville Longbottom yang kikuk namun pemberani.

Yang jadi tanya lalu, bisakah keunggulan itu termuat dalam sebuah naskah drama? Seperti film, bukankah fungmê mẩn teater memvisualisasikan apa yang terdapat di kertas menjadi tontonan mata dan telinga?

*
Pementasan teater Harry Potter và the Cursed Child. (Source: NY Times)

Meski sempat ragu apakah nantinya akan terlarut layaknya membaca novelnya, namun keraguan itu langsung sirmãng cầu sejak membuka halaman pertama di mamãng cầu adegan berlangsung di stasiun kereta api King’s Cross menuju peron Sembilan Tiga Perempat tempat Hogwarts Express berangkat.

Deskripđam mê singkat di sana cukup membantu, baik bagi pembaca yang sudah akrab dengan kisah Harry Potter maupun pembaca baru.

Berbeda dengan naskah skenario film yang dibukukan, naskah drama tak diganggu istilah-istilah perubahan angle atau pergantian adegan macam INT. (interior), EXT. (exterior), CUT TO, DISSOLVE TO, FADE IN, FADE OUT dan macam-macam lagi.

Dan bila kamu mencermati buku kelima hingga ketujuh Harry Potter, Rowling tak banyak lagi menghabiskan tinta untuk mendeskripsikan ulang tempat-tempat yang sudah diakrabi pembacanya.

Selain itu pula, sejak Voldemort bangkit di akhir buku keempat, irama cerita Harry Potter begitu bergegas, penuh aktê mê, lebih sedikit deskripđê mê dan banyak menampung pertukaran dialog antar-tokoh. Mirip naskah drama.

Selain itu, meski tak nonton pementasan teaternya langsung, pembaca Harry Potter pastilah sudah nonton juga vermê mẩn filmnya dan sedikit-banyak menyimpan memori visual bagaimamãng cầu wujud Harry dkk serta Hogwarts dll dari film-film tersebut.

Xem thêm: Top 6 Nhà Thơ Nổi Tiếng Thế Giới, 50 Nhà Văn Nổi Tiếng Nhất Mọi Thời Đại

Pembaca buku The Cursed Child bisa langsung membayangkan visualisasay mê ceritanya di benak masing-masing berdasar pengalaman membaca buku dan nonton film Harry Potter.Di sini, artinya, secara tak langsung pertunjukan teater Harry Potter và the Cursed Child kini telah berlangsung di jutaan pembaca bukunya di seluruh dunia. Salah satunya di kepala kamu yang sudah atau akan membaca naskah dramanya.


Chuyên mục: