Reviews: the theory of everything

      19

Jika kamu lebih suka mendengarkan daripadomain authority membaca, bisa mendengarkan versay mê Podcastnya DISINI.

Bạn đang xem: Reviews: the theory of everything

The Theory of Everything adalah film yang sempat booming di tahun 2014. Film yang bercerita tentang perjalanan hidup Stephen Hawking ini bukan hanya booming karemãng cầu ceritanya saja, tapi juga karemãng cầu permainan aktor utamanya, Eddie Redmayne. Bahkan bisa dibilang The Theory of Everything adalah salah satu performa terbaik Eddie Redmayne sepanjang karirnya sejauh ini. Hal ini terbukti dari beberapa penghargaan bergengsay mê yang berhasil didapatkan, hingga ia berhasil masuk nominaham mê Oscar untuk pertama kalinya dan langsung memenangkan Best Leading Actor di Osoto kala itu.

Melihat film ini dan permainan Eddie Redmayne, mevới menarik untuk membahas apage authority saja yang sudah berhasil dicapainya dan kenapa ia bisa begitu gemilang kala itu. Lalu apa saja yang sudah berhasil dicapai Eddie pada film ini? Berikut pembahasannya;

*

Pembukaan yang Tak Signifikan

Ketika pertama kali film ini dimulai, dan kamày melihat hasil ciptaan Eddie Redmayne, kamày merasa tidak menemukan perubahan yang sangat signifikan. Kita mulai dari suaranya dulu. Pada pendengaran pertama dan pendengaran berikutnya, kangươi tidak menemukan capaian yang sangat signifikan padomain authority warmãng cầu suara Eddie Redmayne. Sementara dari logatnya, kami sepertinya menyimpulkan bahwa aktor dan tokoh yang dimainkan memiliki logat yang sama, jadi secara tak langsung ia sudah mendekati tokoh yang diciptakannya. Untuk warmãng cầu suara, kamày mesở hữu tak menemukan rekaman suara Stephen ketika masih mudomain authority, tapi kangươi membandingkan kesamaan tersebut dari wawancara yang dilakukan Eddie di luar film, dan Eddie ketika sudah menjadi Stephen Hawking muda.


Wawancara setelah film Les Miserables, 2012.

https://youtu.be/8kaJJGWYXxs?t=90

Adegan awal setelah mengikuti kelas.

Pada bagian warna suara, tidak terasa perubahan yang drastis dari penciptaan Eddie menuju ke Stephen Hawking mudomain authority.

Xem thêm: Nguyễn Thiên Nga: Tuổi 45, Chồng Mất, Hoa Hậu Thiên Nga Sống Bình Lặng Trên Đất Mỹ Sau 24 Năm Giành Vương Miện

Tapi nampaknya perubahan yang tidak signifikan hanya berhenti pada bagian itu saja. Karemãng cầu ketika kangươi melihat perubahan lainnya, terutama di bagian awal sebelum ia sakit, kangươi melihat bentuk tubuh yang berubah. Bagian yang paling terlihat berubah di awal adalah pada bagian pundak, leher, dan kepala. Bentuk dan gesture padomain authority bagian itu berubah. Lalu merinci pada bagian lain, seperti misalnya padomain authority bentuk mulut di beberapa adegan awal sebelum ia sakit, cara mulutnya bicara dan membuka berbedomain authority dan melompat cukup jauh dari Eddie.

Perubahan-perubahan yang disebutkan di atas sebenarnya sudah memberikan imaji yang cukup untuk mendekatkan diri padomain authority tokoh. Tapi perubahan gaya rambut dan kacamata membuat imaji tokoh semakin terasa tebal dan membuatnya makin jauh dari bayang-bayang Eddie Redmayne.

Selain padomain authority tubuh bagian atas yang berubah, cara berjalannya juga berubah, Tokoh ciptaan Eddie terlihat sedikit pincang, atau padomain authority bagian tubuhnya yang sebelah kiri kalau tak salah, seperti mau sakit dan terlihat ringkih. Hal itu bisa kamu lihat padomain authority beberapa adegan ketika tangannya sedang berkegiatan, entah menulis di papan, menulis di kertas, memegang gelas, dan laku tangan lainnya. Padomain authority bagian itu saja, kamày melihat sebuah pertumbuhan yang menarik dari laku tangannya.

https://youtu.be/8kaJJGWYXxs?t=144

Secara garis besar, padomain authority adegan sebelum ia sakit, sesở hữu gesture, bentuk tubuh pada posisi mê apapun, hampir semuanya menarik. Sepertinya, padomain authority bagian tubuh Eddie Redmayne menelitinya dengan sangat detail. Kita bisa melihat cara berjalan yang berbeda, cara memandang yang berbeda, cara duduk yang lain, dan gesture-gesture lain yang berbedomain authority dan menarik. Sepertinya cukup kita membicarakan capaiannya ketika memainkan tokoh Stephen Hawking yang masih sehat. Karena capaiannya bisa dibilang sama dengan capaian aktor lain yang juga masuk nominaham mê Osoto kala itu. Justru yang menarik adalah bagaimamãng cầu Eddie Redmayne menciptakan bentuk tubuh tokoh yang tumbuh. Itulah yang akan kita bahas lebih mendalam.

The Theory of Everything, Tumbuh dan Relevan!

Apalagi yang menarik dalam penciptaan Eddie Redmayne di film ini selain penciptaan tubuhnya yang tumbuh dan punya pertumbuhan yang relevan? Terlebih lagi ketika kamu mendengar kabar bahwa ia tidak melakukan pengambilan gambar The Theory of Everything secara linier, melainkan melompat-lompat dan acak. Cobố bayangkan, bagaimana cara Eddie bisa menyusun bentuk itu, lalu menumbuhkannya dengan begitu relevan? Kita akan bahas satu persatu.

Dalam ciptaan Eddie Redmayne, dari awal sampai tokohnya sakit, secài gesture yang dilakukannya menunjukkan perubahan ke arah kesehachảy yang memburuk. Misalnya pada adegan ketika ia menulis di papan tulis dengan banyak rumus. Pada adegan itu kita bisa melihat tangannya yang bergetar dan terkesan ringkih, memberikan pintu masuk menuju sakit yang selanjutnya. Hal yang menarik adalah gesture-gesture menuju sakit itu muncul satu persatu dan tetap ada di jalur yang relevan. Misalnya, dari bagian tangan, setelahnya kita melihat bagaimamãng cầu kakinya mulai mengalangươi bentuk yang berubah, hingga pada adegan dimana ia jatuh dan mulai “masuk” ke dalam kesehachảy yang terus menurun.

Xem thêm: Danh Ca Sĩ Sơn Tuyền Bật Mí Về "Người Tình" 40 Năm Chưa Cưới

https://youtu.be/Fr5AAP2vdi8?t=2

Bentuk tangan dan cara menulis yang berbedomain authority.

Dalam film ini, setidaknya adomain authority 5 fase kondimê say tubuh. Pertama adalah ketika ia masih sehat, fase kedua adalah ketika ia sakit pertama kali dan menggunakan 1 tongkat, fase ketiga adalah ketika ia menggunakan dua tongkat, fase keempat adalah ketika ia mulai memakai kursay mê roda, dan fase kelima adalah ketika ia menggunakan mesin untuk membantunya berbicara. Dari kelima fase tersebut, kamày bisa melihat pertumbuhan yang sangat baik, jelas, dan relevan padomain authority tiap gesture tubuhnya.

Kenapage authority kamày berulang kali mengatakan relevan? Karena jika kalian perhatikan betul gesture tubuhnya ketika ia masih sehat, dan membandingkan dengan gesture tubuhnya ketika sakit, maka kita bisa melihat bentuk dasar yang sama, hanya dalam kondisi yang lebih sakit. Misalnya dari bentuk tangan, kita bisa melihat tangan yang seperti mencengkram di awal, lalu ketika sakit, bentuk tangan itu tetap padomain authority posiđê mê yang hampir sama hanya terlihat lebih ringkih dan lebih mencengkram ke dalam lagi.

*

Bukan hanya bentuk tangannya, padomain authority caranya berjalan kami juga melihat pertumbuhan yang relevan. Ketika ia berjalan, kita bisa melihat langkah yang agak menyeret, ketika Eddie mulai masuk fase sakit yang kedua, dimana ia menggunakan satu tongkat, kita bisa melihat cara berjalan dengan bentuk dasar yang sama, sama-sama menyeret. Hanya ketika ia mulai sakit dan masuk fase kedua, seretan kakinya terlihat lebih diperbesar. Lalu ketika masuk fase ketiga, saat ia berjalan dengan dua tongkat, kita pun bisa melihat bentuk yang punya dasar yang sama, sama-sama menyeret hanya seperti bentuk yang semula kecil di fase kedua, lalu diperbesar ketika masuk fase ketiga. Mungkin hal itu yang membuat pertumbuhan bentuk tubuh tokoh ciptaan Eddie Redmayne ini terasa lebih relevan di film The Theory of Everything. Bahkan saat ia sudah ada di kursi roda, kita bisa melihat bentuk kaki yang diam dan sama dengan bentuk kakinya di fase ketiga dan kedua, hanya kali ini kakinya dalam keadaan diam. Lagi-lagi, itulah yang membuat pertumbuhan tubuhnya relevan.

Tidak berhenti pada bentuk kaki dan tangannya ketika berjalan dan bergerak serta bagaimamãng cầu bentuk kaki dan tangan itu tumbuh. Kami juga melihat pertumbuhan yang relevan dari bentuk mulutnya. Kami melihat bentuk mulut Eddie saat berbicara dari awal sebelum ia sakit, sampai masuk ke fase-fase yang sudah kami sebutkan di atas tadi, dimana bentuknya tetap ada pada bentuk dengan dasar yang sama. Bentuk mulutnya di awal terlihat agak miring ke kanan. Lalu bentuk itu tumbuh. Ketika masuk ke fase yang kedua, bentuk mulutnya kurang lebih sama dengan fase pertama. Berlanjut ke fase ketiga, bentuk mulutnya mulai agak sedikit diperbesar. Lalu ketika ia masuk ke fase keempat, kita melihat bentuk yang makin diperbesar dan cara bicara yang berubah, tapi tidak ke bentuk yang berbedomain authority, tapi ke bentuk yang masih juga relevan. Sementara padomain authority fase kelima, kita melihat bentuk yang masih relevan, tapi kali ini tanpa bicara dan hanya punya ekspretê mê tersenyum, bersedih atau diam.

https://youtu.be/xG4b0-DSLrI?t=99

Ini bentuk mulut ketika ia masuk fase ketiga, dengan 2 tongkat.

https://youtu.be/8kaJJGWYXxs?t=91

Ini bentuk mulut saat ia masih di fase pertama, masih sehat. Kita bisa melihat dasar yang sama.

Setelah bicara soal bagian-bagian tubuh yang “besar” itu, sekarang kita akan bicara soal gesture atau laku tubuhnya. Apakah laku tubuhnya juga ikut berubah dan masih relevan seperti ciptaan tubuhnya? Jawabannya adalah Iya! Laku tubuhnya juga ikut berubah menyesuaikan kondiđam mê tubuhnya. Eddie Redmayne sepertinya betul-betul memperhatikan hal tersebut sehingga pada tiap fase yang ia mainkan, laku tubuh yang dihasilkannya bertolak dari kondiđắm đuối tubuh yang dimilikinya. Ia seperti memahamày betul bahwa padomain authority fase-fase tersebut ia adomain authority di tubuh yang tidak bisa melakukan banyak kegiatung. Sehingga harus mengatur laku tubuh yang lain dengan tubuh atau modal yang dipunya. Eddie berhasil memanfaatkan itu dengan sangat baik.

Misalnya ketika ia sakit dan masuk fase kelima. Pada bagian itu ia sudah sulit menggerakkan wajah dan berekspreham secara maksimal. Eddie hanya punya mata, kemampuan untuk menggerakkan otot dahi, dan sedikit ekspremê man padomain authority bagian mulut. Dengan apa yang ia punya, Eddie memanfaatkannya sebaik mungkin. Ia menggunakan perangkat yang dimilikinya padomain authority fase kelima untuk sebisa mungkin menyampaikan apage authority yang sedang terjadi di pikiran dan perasaannya. Dan Eddie Redmayne sukses!

Soal Ejawantah Emoham mê yang Menarik

Kita sedikit menyinggung soal bagaimana permainan emođắm đuối Eddie Redmayne di film The Theory of Everything ini. Secara garis besar mungkin kangươi bisa mengatakan bahwa apage authority yang dilakukannya di awal The Theory of Everything tidak sangat spesial. Tapi ketika sudah dihadapkan padomain authority kondiham sakit, atau kita sebut saja sudah mulai masuk ke fase dua, tiga, empat, dan lima, caranya mengejawantahkan emoham mê menjadi sangat menarik. Menarik karena Eddie Redmayne kemudian hanya memiliki perangkat yang sedikit untuk bisa menyampaikan emosi mê yang sedang terjadi di pikiran dan perasaannya.

https://youtu.be/_r-SkfDZphk?t=21

Adegan saat cemburu padomain authority Jonathan

Salah satu contoh adegan ketika Eddie hanya bisa menggunakan sedikit bagian tubuhnya untuk menunjukkan emomê mẩn yang sedang ia rasakan adalah saat ia cemburu pada Jonathan. Caranya menunjukkan kecemburuan menarik. Ia mengerahkan matanya untuk bermain, sedikit nadomain authority bicaranya yang sudah mulai terbatas, hingga gerakan leher ke arah atas dan gerakan lain yang juga terbatas. Sedownload yang masih bisa digerakkannya ketika masuk fase keempat dipakai dengan sangat maksimal.

Selain itu pada adegan kamar tidur, ketika ia berbicara dengan istrinya dan berkata bahwa ia tak keberarã kalau ada yang “membantu” sang trọng istri untuk merawat keluarganya menarik. Perangkat yang terbatas itu kembali memberikan ekspređam mê yang menarik. Bahkan dengan senyumannya yang sedikit di adegan tersebut bisa mewakili apa yang setidaknya terjadi di pikiran dan perasaan đam mê tokoh.

https://youtu.be/pU3klLr1CPA?t=92

Adegan saat Jane dan Stephen mulai masuk fase Sakit kelima dan belajar bicara.

Adegan yang menarik juga terjadi ketika Jane, istrinya, yang diperankan oleh Felithành phố Jones, menunjukkan papan untuk menandakan Stephen ingin bicara apa. Pada adegan itu, emođắm say keduanya sangat menarik. Baik Feliđô thị Jones atau pun Eddie Redmayne. Padomain authority adegan itu tokoh Stephen sudah tidak bisa berbicara lagi, ia hanya bisa sedikit berekspretê mê dan memainkan mata. Tapi dengan perangkatnya yang minlặng itu, ia berhasil menyampaikan emosinya dengan sangat baik. Kita seolah-olah bisa membaca apage authority yang terjadi padomain authority perasaannya dari caranya memainkan mata, menggerakkan mata, hingga pilihannya membuang pandangan ke arah bawah.

Lalu apakah ketika ia masih “sehat” dalam The Theory of Everything ini permainan emosinya tidak bagus? Tentu tidak, ia tetap bagus. Tapi bagus yang sama seperti bagusnya aktor lain. Sehingga tidak sangat spesial. Itu kenapage authority kami lebih condong membahas soal bagaimana ia mengatamê mẩn perubahan kapabilitas tubuhnya untuk tetap menjadi perpanjangan tangan yang baik bagi emođam mê yang sedang terjadi di pikiran dan perasaannya.

https://youtu.be/EK9aDAUBBhE?t=139

Adegan paling menarik sepanjang film

Satu adegan yang menurut kangươi paling menarik di sepanjang film The Theory of Everything adalah ketika ia meminta izin padomain authority Jane untuk pergi ke Amerika bersama Elaine. Pada adegan itu kita melihat Stephen Hawking menangis untuk pertama kalinya sepanjang film The Theory of Everything. Lagi-lagi, yang membuatnya sangat menarik adalah karena padomain authority adegan itu Stephen bisa dibilang sudah tidak memiliki senjata untuk menunjukkan emosinya kecuali mata dan sedikit kemampuan menggerakkan otot wajah. Karena ia juga sudah tidak bisa bersuara, wajahnya tidak bisa banyak berekspređắm đuối, dan keterbatasan lain. Tapi dengan keterbatasan itu, sethiết lập emoham mê yang terjadi di pikiran dan perasaannya bisa tersampaikan dengan baik dan bahkan menggetarkan. Terlebih ketika akhirnya ia menangis. Bentuk tangisan dan ekspresinya sangat menarik.

Jika kamày melihat permainan Eddie Redmayne sepanjang film The Theory of Everything, maka kangươi bisa bilang bahwa kangươi lebih menyukai bagian saat ia mulai masuk fase sakit, daripadomain authority ketika ia masih sehat. Alasannya karemãng cầu dengan keterbatasan yang dimilikinya, ia masih bisa memaksimalkan apage authority yang ia punya. Eddie dengan baik bisa menyampaikan secài emosay đắm yang terjadi di pikiran dan perasaannya padomain authority penonton dan lawan mainnya. Sementara kalau secara garis besar, tanpage authority melihat apage authority yang kangươi suka, maka capaian fisiknya menarik. Caranya membuat ciptaan fisik itu tumbuh juga menarik. Terlebih ketika kamày tahu bahwa dalam pembuarã film The Theory of Everything, adegan yang diambil acak dan tidak linier. Hal itu tetap harus menjadi bagian yang wajib diapresiađam mê dari ciptaan dan proses penciptaan Eddie Redmayne di film The Theory of Everything.

Kalau bagi kalian, bagian mana yang paling menarik dari ciptaan Eddie Redmayne di The Theory of Everything? Tuliskan di kolom komentar ya!


Chuyên mục: